Jumat, 03 Februari 2017

Nice HomeWork #2 - Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan


Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

_____________________________________________________

Bismillah.
Pfiyuuuh … rasanya sulit sekali mengerjakan NHW #2 dari Matrikulasi IIP ini.
Terus terang, inilah kuliah yang paling sulit karena tidak pernah ada jurusannya di universitas mana pun, kecuali di Institut Ibu Profesional. Kuliah yang memberikan materi-materi kehidupan, khususnya kami (saya) sebagai ibu.
Walaupun saya sudah menjadi ibu dari 3 orang anak yang sudah abege semua, tetap materinya sulit karena tujuan utamanya adalah kebahagiaan keluarga. Sementara dalam keluarga ada anggota keluarga yang merupakan individu dengan karakter unik, berbeda satu sama lain. Beda sifat, beda kemauan, beda dalam banyak hal. Satu cara cocok diterapkan untuk satu anggota keluarga, belum tentu cocok untuk anggota keluarga yang lain. Jadinya, punya tiga anak bukan berarti mudah pada saat mengurus anak kedua dan ketiga karena merasa sudah punya pengalaman dengan anak pertama. Justru semakin harus terus belajar dan belajar lagi.

Baiklah, sekarang saya coba membuat indikator sebagai individu, istri, dan ibu untuk menjawab NHW #2 ini. Sudah tentu semuanya ingin yang sempurna. Tapi paling tidak punya cita-cita menjadi sempurna bisa mendorong saya berbuat yang terbaik untuk keluarga. Aamiin.


Indikator sebagai individu:
  1. Saya ingin menjadi individu yang salehah, yang senantiasa membela Islam dan menomorsatukan segala hal yang ada dalam Al-Quran dan hadist.
  2. Saya ingin menjadi seorang yang penyabar, tidak mudah mengomel.
  3. Saya ingin belajar banyak dari berbagai sumber untuk menambah wawasan bagi diri saya sendiri dan untuk kepentingan keluarga.
  4. Saya ingin selalu menjadi sahabat dan teman bicara yang baik bagi setiap anggota keluarga.
  5. Saya ingin selalu berlaku adil terhadap setiap anggota keluarga. Adil dalam arti memberikan sesuai kebutuhan mereka.
  6. Saya ingin terus memperbaik diri, memperbaiki kekurangan saya.
  7. Saya ingin selalu menjadi penyejuk hati tiap anggota keluarga.

Indikator sebagai istri:
  1. Saya ingin menjadi istri yang salehah.
  2. Saya ingin menjadi istri yang lebih penyabar dan memahami kebutuhan suami.
  3. Saya ingin selalu menjadi partner yang baik bagi suami.
  4. Saya ingin selalu menjadi penyejuk hati suami.
  5. Saya ingin selalu menjadi istri yang dirindukan suami.

Indikator sebagai ibu:
  1. Saya ingin menjadi ibu yang salehah.
  2. Saya ingin menjadi menjadi ibu yang lebih penyabar dan memahami kebutuhan anak-anak.
  3. Saya ingin selalu menjadi sahabat dan teman bicara yang baik bagi anak-anak.
  4. Saya ingin selalu menjadi madrasah anak-anak, tempat bertanya pertama segala hal bagi anak-anak.
  5. Saya ingin selalu menjadi penyejuk hati anak-anak.
  6. Saya ingin selalu menjadi ibu yang dirindukan anak-anak.

Minggu, 29 Januari 2017

[Editan Saya] KKPK The Friendship of Erminova

BUKU EDITAN KE-126

Judul: The Friendship of Erminova
Penulis: Nabilah
Ilustrator: Sonny Yanuar
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 108 halaman

Sinopsis:
Erry, Mina, dan Ovalie, ketiganya bertemu di sekolah Ovalie. Mina dan Erry datang sebagai murid baru di kelas Ovalie. Ketiganya pun segera akrab, bahkan membentuk kelompok yang dinamakan Erminova. Wow, apa, sih, artinya? Ternyata Erminova berasal dari awalan nama mereka bertiga, Erry, Mina, dan Ovalie.
Selama bersahabat, Erminova selalu kompak. Mereka pun saling menyemangati satu sama lain. Erry senang menggambar, Mina senang menyanyi, dan Ovalie senang menulis. Saat diadakan pentas seni di sekolah, Erminova tidak mau ketinggalan. Mereka ikut ambil bagian memilih perlombaan sesuai dengan hobi mereka. Bagaimana mereka berlomba? Apakah ketiganya bisa memenangkan perlombaan tersebut? Yuk, ikuti cerita seru Erminova!

[Editan Saya] Ghost School Days: Bintang Jatuh

BUKU EDITAN KE-125

Judul: Ghost School Days Bintang Jatuh
Penulis: Bambang Irwanto & Assyifa S. Arum
Ilustrator: Satrio, Geugeu, dan Rendra
Editor: Shinta Handini
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 96 halaman

Sinopsis:
Gara-gara tersesat, suasana hiking para hantu cilik jadi berubah muram. Mereka belum juga menemukan jalan pulang, padahal hari sudah mulai gelap. Tak disangka, di langit terlihat bintang jatuh. Mereka semua lantas meminta permohonan agar bisa pulang. Akankah bintang jatuh mengabulkan permohonan mereka?

[Editan Saya] Princess Academy: Shopaholic

BUKU EDITAN KE-124

Judul: Princess Academy Shopaholic
Penulis: Bambang Irwanto dan Citra Mustikawati
Ilustrator: Kairi
Editor: Shinta Handini
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Teman-teman kamar sembilan mulai khawatir dengan kebiasaan Annisa yang sering belanja online. Barang belanjaan Annisa juga sudah menumpuk di kamar. Sepertinya, Annisa terkena gejala shopaholic. Teman-temannya harus segera menemukan cara untuk menyadarkan Annisa.

[Editan Saya] KKPK Surga di Tangan Ibu

BUKU EDITAN KE-123

Judul: Surga di Tangan Ibu
Penulis: Anisa, dkk.
Ilustrator: Sonny Yanuar
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 108 halaman

Sinopsis:
Rahma berhasil membawakan lagu indah melalui petikan gitarnya. Semua penonton bertepuk tangan dan memuji penampilan Rahma. Tapi, saat Rahma turun dari panggung, tak ada ayah dan bunda yang menyambutnya. Hanya ada Pak Farhan, guru belajar gitarnya. Rahma langsung mengambil handphone dan menelepon. Di ujung sana, terdengar suara bunda yang terdengar lemah. Rahma merasa tak nyaman dan bergegas pulang.
Ah, Rahma cemas. Dia meminta bunda untuk terus berbicara dengannya via telepon dan bersama-sama menghitung mundur. Sepuluh, sembilan, delapan ... satu. Sepuluh detik saja. Hanya sepuluh detik. Ada apa dengan bunda? Mengapa sepuluh detik itu sangat berharga buat Rahma?
Selain cerpen di atas, masih ada sembilan cerpen lagi yang keren, lho! Yuk, dibaca semuanya!