Minggu, 13 Oktober 2019

Perpustakaan Fadhila, Harta Kami Sekeluarga

"Membaca merupakan gerbang menuju banyak profesi
dan setiap profesi membutuhkan keahlian menulis."
Shinta Handini

Banyak yang mengira, kami adalah orang kaya, dari melihat foto-foto pojok perpustakaan kami, Perpustakaan Fadhila,. Foto-foto Perpustakaan Fadhila itu memang sering saya unggah ke berbagai media sosial sebagai latar belakang saat Thia wawancara tentang kegiatan literasinya.
Ya, memang kami adalah orang kaya. Sangat kaya. Harta kami adalah semua buku yang ada di Perpustakaan Fadhila. Sesungguhnya, demikianlah apa adanya.

Sejak dulu, saya bercita-cita mempunyai rumah sendiri yang ada pojok perpustakaan pribadi. Di sebelahnya ada mushala kecil, tempat untuk shalat berjamaah dan belajar mengaji. Saya ingin perpustakaan pribadi dan mushala kecil kami nanti, tidak hanya digunakan dan dimanfaatkan hanya untuk kami sekeluarga. Saya ingin tetangga, saudara, sahabat, dan teman-teman kami pun turut menggunakan dan memanfaatkannya. Saya ingin rumah saya dipenuhi oleh mereka untuk membaca buku-buku di perpustakaan kami. Saya ingin membuat jadwal pengajian yang saya fasilitasi untuk lingkungan keluarga kami. Bahkan karena mimpi besar saya itu, setiap kali ke toko buku, saya selalu mampir ke rak buku yang memajang buku-buku tentang arsitektur. Ada beberapa buku bagus yang kemudian saya beli.

Setelah menikah, mimpi besar itu semakin kuat. Sering saya mendesain rumah dengan gambar desain sederhana saya. Maklum, saya tidak mempunyai latar belakang ilmu arsitektur. Saya hanya berusaha mewujudkan impian besar saya itu dalam bentuk coretan-coretan gambar rumah, lengkap dengan penataan ruangan dan perabotnya ke dalam buku gambar.

Ternyata, Allah telah menuliskan takdir saya kalau saya harus bersabar untuk mewujudkannya. Kenyataannya, sampai sekarang, kami belum mempunyai rumah sendiri. Kami masih mengontrak rumah dan harus berpindah rumah kontrakan saat masa sewanya habis. Sementara buku-buku yang saya beli dan kami miliki semakin banyak. Terkadang ada keinginann untuk memberikan sebagian dan menyumbangkan buku-buku yang kami miliki tersebut. Tapi saya masih bertahan dengan mimpi besar saya, hingga setiap kali pindah kontrakan, yang saya utamakan adalah adanya tempat untuk pojok perpustakaan kecil kami ini.

Begitulah adanya. Kami masih mengontrak. Kami tidak mempunyai perabot rumah selain lemari baju, tempat tidur, dan rak-rak buku. Tetapi bila ada yang menganggap kami orang kaya, saya sangat bersyukur. Saya menjadikan anggapan-anggapan itu sebagai doa-doa baik yang insyaallah akan membuat kami semakin cepat mempunyai rumah sendiri. Tentunya juga akan membuat kami mempunyai perpustakaan pribadi yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

Oh ya, Nama Perpustakaan Fadhila, saya ambil dari nama ketiga anak saya, yang ketiganya ada nama Fadhila. Muthia Fadhila Khairunnisa (Thia), Radhiazka Ariq Fadhila (Ariq), dan Raifasha Areza Fadhila (Arza).





[Buku Thia] Diary Persahabatan We Are Best Friend

BUKU THIA KE-43


Judul: Diary Persahabatan We Are Best Friend
Penulis: Bilqis Mareta Winarko - Yasmin Hanan - Muthia Fadhila Khairunnisa - Rizky Ramadhan Maulana
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Feli dan Delhya sudah bersahabat sejak kecil. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama untuk belajar dan bermain. Namun, karena satu kesalahan dari Delhya, persahabatan mereka jadi renggang. Sebenarnya, kesalahan apa yang dibuat Delhya? Mungkinkah mereka akrab kembali?

[Buku Thia] Diary Persahabatan Hadiah Terakhir untuk Sofia

BUKU THIA KE-42


Judul: Diary Persahabatan Hadiah Terakhir untuk Sofia
Penulis: Sarah Ann - Muthia Fadhila Khairunnisa - Shinta Handini - Ainun Mubin
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Rasa sedih tidak bisa Rere hilangkan setiap kali teringat akan sahabatnya, Sofia, yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit kankernya. Rasanya tidak tega melihat sahabatnya kesakitan. Tapi, Rere sudah berjanji untuk selalu ada ketika Sofia membutuhkannya. Seperti saat ini, Rere sedang merencanakan kejutan ulang tahun untuk Sofia. Ia berharap hadiahnya bisa membuat Sofia ceria dan tetap semangat melawan penyakitnya. Akankah rencana Rere berjalan sesuai dengan harapannya?

[Buku Thia] Diary Persahabatan Audry Laundry

BUKU THIA KE-41


Judul: Diary Persahabatan Audry Laundry
Penulis: Muthia Fadhila Khairunnisa - Rae Sita Patappa - Fita Chakra - Sucia Ramadhani
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Hima sebenarnya enggan datang ke tempat laundry milik teman satu kelasnya, bernama Audry. Selain kurang akrab, mereka juga selalu bersaing dalam hal akademik. Tapi, ada hal penting yang harus Hima lakukan di sana, yaitu mengecek satu rahasia miliknya yang tertinggal di laundry itu. Sebenarnya, rahasia apa yang disembunyikan Hima? Adakah hubungannya dengan Audry?

[Buku Thia] Diary Persahabatan Penghuni Rumah Tua

BUKU THIA KE-40


Judul: Diary Persahabatan Penghuni Rumah Tua
Penulis: Muthia Fadhila Khairunnisa - Laksita Judith Tabina - Nabila Gita Andani - Kanita Desfara Adzani
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan sahabat pena, pastinya sangat menyenangkan. Tapi, tidak dengan Sandra. Ia malah terus merasa khawatir. Masalahnya, selama ini ia berbohong pada sahabat penanya, Alika, bahwa ia tinggal di rumah peninggalan Belanda. Saat ia sedang bimbang akan berkata jujur atau tidak pada Alika, tiba-tiba saja, sebuah bayangan muncul di kamarnya. Apakah kebohongannya mulai jadi kenyataan?

[Buku Thia] Diary Persahabatan Japan Horror Adventure

BUKU THIA KE-39


Judul: Diary Persahabatan Japan Horror Adventure
Penulis: Muthia Fadhila Khairunnisa - Laksita Judith Tabina - Rizky Nur Fazri - Nadazaira Alifia Ramadhianisa
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Mumpung sedang liburan di Jepang, Shean dan Maya sengaja berjalan-jalan di pinggiran kota Tokyo bersama teman baru mereka, bernama Hito. Awalnya, mereka hanya berkeliling di sekitar penginapan. Namun, tiba-tiba saja Hito membawa mereka ke sebuah rumah tua dan menceritakan kisah seram tentang rumah itu. Dari situ, kejadian demi kejadian aneh mulai dialami mereka. Shean, Maya, dan Hito belum pernah merasa ketakutan seperti saat ini.

[Buku Thia] Diary Persahabatan Squishy Sissy

BUKU THIA KE-38


Judul: Diary Persahabatan Squishy Sissy
Penulis: Muthia Fadhila Khairunnisa - Wanda Amyra Mayshara - Shafira Aulia Nisa - Balkis Shafira
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Saking sukanya mengoleksi squishy, Ilona jadi penasaran dengan squishy milik temannya, Sissy. Ternyata, Sissy punya banyak sekali koleksi squishy, bahkan yang berasal dari luar negeri. Sayangnya, Sissy tidak mau memperlihatkan koleksinya. Karena penasaran, Ilona diam-diam mengambil salah satu squishy milik Sissy. Anehnya, Ilona terus mengalami kejadian misterius setelah mengambil squishy itu. Ada apa sebenarnya?

Sabtu, 28 September 2019

[Editan Saya] Mengapa Al-Quran Menakjubkan: Rahasia Makanan

BUKU EDITAN KE-200

Judul: Mengapa Al-Quran Menakjubkan: Rahasia Makanan
Penulis: Tasaro GK
Ilustrator: Ade Wawa
Editor: Rien Nur Azizah dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 43 halaman

Sinopsis:
Allah menciptakan manusia bisa merasa lapar dan haus. Allah juga yang menciptakan makanan untuk manusia supaya bisa menghilangkan rasa lapar dan hausnya. Tapi, ternyata tidak sembarang makanan yang Allah perbolehkan untuk dimakan. Allah memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal dan baik. Tapi, kenapa harus seperti itu, ya? Yuk, cari tahu apa rahasia makanan di buku ini!

[Editan Saya] Mengapa Al-Quran Menakjubkan: Rahasia Lautan

BUKU EDITAN KE-199

Judul: Mengapa Al-Quran Menakjubkan: Rahasia Lautan
Penulis: Tasaro GK
Ilustrator: Ade Wawa
Editor: Rien Nur Azizah dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 43 halaman

Sinopsis:
Lautan memiliki banyak rahasia dan misteri. Saking luas dan dalamnya, belum pernah ada manusia yang berhasil menjelajahi isinya. Tekanan air yang tinggi dan suhu yang dingin di laut dalam, membuat manusia tidak ada yang bisa bertahan lama menyelaminya. Tapi, tahukah kamu bahwa Al-Quran telah menceritakan banyak hal tentang lautan untuk manusia? Ratusan tahun yang lalu saat Al-Quran diturunkan, para sahabat Rasulullah terkagum-kagum dengan rahasia-rahasia yang Allah katakan tentang lautan. Rahasia-rahasia itu baru terbukti kemudian oleh teknologi manusia masa kini. Apa saja rahasia-rahasia itu? Yuk, jelajahi lewat buku ini.

Literasi Membawa Putriku Keliling Dunia dengan Gratis


Terhitung dari Januari 2018 hingga Juli 2019, putriku Muthia Fadhila Khairunnisa, yang biasa dipanggil Thia, telah mengunjungi enam negara dalam rangka mengikuti tujuh kegiatan yang berbeda untuk mewakili Indonesia. Total tujuh negara yang telah Thia kunjungi berkat LITERASI, yaitu Amerika Serikat, Philipina, Korea Selatan, Turki, Singapore, Inggris, dan Thailand. TUJUH NEGARA dalam DELAPAN KEGIATAN sebagai delegasi Indonesia, yang tentu saja mewakili Indonesia. Semuanya GRATIS, tidak berbayar karena ditanggung oleh pihak penyelenggara atau mendapat sponsor.

Menumbuhkan Naluri Kecintaan Terhadap Buku
Kesukaanku membaca sejak kecil, membuatku ingin menularkannya kepada anak-anakku kelak. Aku ingin mereka mendapatkan sensasi kegembiraan, saat tenggelam dalam buku-buku yang dibaca. Tak kalah penting, aku ingin mengajarkan akhlak dan budi pekerti melalui contoh-contoh cerita dalam aneka buku. Terbayang dalam ingatanku, aku selalu terpesona, serta jadi mengerti mana yang baik dan mana yang buruk dari karakter tokoh-tokoh cerita yang kubaca. Untuk itu, ketika hamil, aku mengoleksi banyak buku cerita anak. Setiap saat, sambil mengelus-elus perutku, aku membacakan cerita-ceritanya. Aku ingin menularkan naluri kecintaanku terhadap buku kepada calon bayiku. Terlepas nantinya saat dewasa akan menjadi apa, aku hanya ingin nantinya dia senang membaca buku dan menjadikan buku sebagai sahabat setianya.

Thia bercerita tentang buku-buku yang dibacanya saat menjadi
bintang tamu di Kabar Siang TV-One, 12 Juni 2010.

Pada 14 Januari 2001, lahirlah bayi yang kunanti. Muthia Fadhila Khairunnisa, panggilannya Thia. Sejak Thia lahir, kebersamaan kami dengan buku semakin bertambah. Buku-buku yang kukoleksi buat Thia pun makin beragam. Bahannya tidak hanya yang terbuat dari kertas, tapi juga dari plastik dan kain. Saat Thia mandi, buku-bukunya yang terbuat dari plastik ikut mandi. Saat Thia bermain, giliran buku-buku dari kain yang menemani. Sementara buku-buku berbahan kertas, kubacakan dan kuperlihatkan gambarnya saat menyusui atau menidurkannya.

Aku juga membuat aneka kartu dan poster bergambar yang kutempel di dinding. Thia sangat suka bermain tebak-tebakan dengan menunjuk kartu-kartu atau poster-poster itu. Berkat bermain-main tersebut, tanpa sadar, Thia bisa membaca tanpa diajari secara khusus. Thia lancar membaca saat umur 3,5 tahun. Waktu itu, Thia sudah bersekolah di TK-A dan menjadi murid terkecil serta satu-satunya murid yang sudah lancar membaca. Selanjutnya, Thia lebih suka membaca sendiri buku-bukunya. Sering Thia berimprovisasi, berimajinasi dengan mengarang sendiri ceritanya berdasarkan gambar-gambar di dalam buku. Thia menjadi langganan juara lomba story telling di sekolah. Prestasi terbaik Thia saat TK adalah ketika menjadi juara kedua lomba baca puisi tingkat kecamatan. Lagi-lagi Thia menjadi peserta terkecil, tapi suaranya lantang dan sangat ekspresif.


Minta Dibuatkan Blog Sendiri
Setelah TK, Thia melanjutkan ke SD yang sama. Di sana ada peraturan yang sangat bagus dan sangat kusuka, yaitu murid-murid kelas 1 tidak diberikan PR. Sebagai gantinya, dalam satu minggu, mereka diminta membaca satu buku cerita bergambar, lalu menuliskan kembali ceritanya dengan bahasa sendiri. Tujuannya agar anak-anak semakin lancar membaca, sekaligus belajar memahami ceritanya. Namun, kegiatan ini tidak dipaksakan. Ada anak yang mau membaca, tapi tidak mau menuliskannya. Guru pun memintanya untuk menceritakan kembali di depan kelas secara lisan.

Nah, bagi Thia, kegiatan ini sangat mengasyikkan. Dalam seminggu, Thia bisa membaca dan menuliskannya kembali dengan bahasanya sendiri sebanyak lima buku. Akibatnya, koleksi buku di rumah selalu kurang bagi Thia. Setiap kali, Thia minta ke toko buku untuk membeli buku. Tapi dalam sekejap, buku-buku yang dibeli pun habis dibacanya.

Thia bercerita tentang awal menulis buku saat menjadi
bintang tamu di Kick Andy Metro-TV, 1 September 2017.

Selain suka membaca, aku juga suka menulis diary. Ketika muncul aneka blog untuk mengekspresikan tulisan, maka diary-ku ikut pindah ke blog. Thia pun ikut-ikutan menulis di blog. Kubiarkan Thia mengisi blogku. Cerita-cerita tentang kegiatannya di sekolah mengalir di sana. Sehari tidak hanya satu cerita, tapi bisa beberapa cerita. Lama-lama, Thia minta dibuatkan blog sendiri. Setelah kubuatkan, Thia pun makin rajin menulis. Setiap kali pulang sekolah dan selesai makan siang, Thia langsung menulis aneka cerita di blognya.

Blog pertama Thia yang dibuat saat Thia kelas 2 SD (6 tahun).

Perkembangan bacaan Thia semakin meningkat. Setiap kali ke toko buku, Thia mulai memilih majalah atau novel anak. Bersamaan dengan itu, Thia mengenal seri buku anak yang ditulis oleh anak-anak seumurannya, usia SD 7-12 tahun. Thia pun berkeinginan membuat ceritanya sendiri seperti para penulis cilik itu. Satu cerpen pertama yang berhasil ditulis Thia di blognya berjudul, “Cheseecake is Yummy”. Cerpen ini ditulis berdasarkan imajinasi Thia tentang seorang anak yang merayakan ulang tahun di kebun dan mendapat hadiah cheesecake kesukaannya.



Saling Support dalam Berkarya
Kegemaran Thia menulis, membuatku ingin menantangnya ikut lomba menulis. Saat itu, majalah anak terkenal langganan Thia mengadakan lomba karya tulis. Thia dengan senang hati menyambut tantanganku. Tak disangka, dari ribuan karya tulis yang masuk, tulisan Thia berjudul "Life Skill Memasak di Sekolahku" berhasil lolos. Thia pun berhak mengikuti kegiatan Konferensi Anak Indonesia 2009 sebagai delegasi DKI Jakarta. Lagi-lagi Thia menjadi delegasi termuda berusia 8 tahun, kelas 4 SD. Bersyukur Thia anak yang supel dan pemberani. Tak ada hambatan baginya untuk berkegiatan bersama 35 delegasi lainnya dari seluruh Indonesia, pada 25-30 Oktober 2009.


Pulang dari kegiatan Konferensi Anak Indonesia 2009, pada 8 November 2009, Thia langsung mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2009. Syarat keikutsertaannya adalah mengirimkan satu naskah cerita anak. Sungguh tak disangka, berkat hobinya membaca dan menulis, dalam waktu yang berdekatan, Thia berhasil mengikuti dua kegiatan berskala nasional.

Melihat hobi menulis Thia yang ternyata serius dan sangat dinikmatinya itu, aku merasa harus membekali Thia dengan teori menulis yang baik dan benar. Saat liburan sekolah Desember 2009, Thia mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan sebuah penerbit buku. Ternyata, sepuluh cerpen terpilih akan diterbitkan, termasuk cerpen Thia yang berjudul "Ladang Arloji". Bersamaan datang kabar bahagia lain, kumpulan cerpen Thia yang diikutsertakan sebagai syarat mengikuti Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2009 lolos kualifikasi dan akan diterbitkan juga. Kedua buku Thia itu terbit dan beredar di toko buku, empat bulan kemudian, tepatnya pada April 2010.

Thia bercerita tentang keinginannya menjadi penulis cilik saat menjadi
bintang tamu di Hitam Putih Trans7, 24 September 2014.

"Mama! Mama jangan cuma bisa support aku bikin buku, dong! Mama juga harus bikin buku kayak aku. Mama pasti bisa, deh! Aku aja bisa," tiba-tiba suatu hari Thia berkata seperti itu.

Aku kaget, tersentil, sekaligus gembira karena Thia perhatian juga dengan hobi menulisku. Dalam hati, aku tertawa geli. Sungguh, teorinya mudah. Menulis, mengirimkan karya ke penerbit, lalu terbit bukunya. Tapi tentu tidak semudah itu. Namun, tiba-tiba seorang sahabat baik menawariku ikut menulis dalam buku tentang jungkir baliknya kehidupan seorang wanita yang sudah berumah tangga. Dengan segera kutulis ceritaku dan kukirimkan kepadanya. Tidak hanya itu, seorang editor penerbit buku juga menawariku menulis dua cerita anak. Beliau menawariku setelah membaca tulisan-tulisanku di blogku. Katanya, tulisanku mengalir dan enak dibaca, masyaallah. Beliau memberikan contoh tulisannya, sekaligus membimbingku untuk bisa menuliskan cerita berdasarkan imajinasiku dengan rambu-rambu yang telah ditetapkannya.

Akhirnya, tiga buku pertamaku terbit. Semenjak itu, aku dan Thia saling support untuk terus menulis dan menerbitkan buku. Kami berlomba-lomba dalam berkarya. Saling membaca, mengoreksi, dan memberi masukan agar tulisan kami menjadi lebih baik lagi. Kami sebagai penulis, sekaligus sebagai editor cerita kami, sebelum karya-karya tulisan kami dikirim ke penerbit.

Kiri: tiga buku pertama karya Thia. Kanan: tiga buku pertama karyaku.


Bonus Gemar Membaca dan Menulis
Sejak buku pertamanya terbit, Thia pun diminta untuk mengisi workshop menulis ke sekolah-sekolah. Thia berbagi cerita tentang proses kreatif menulis, sekaligus menceritakan pengalamannya menerbitkan buku. Thia selalu menyampaikan manfaat dari membaca, menulis, dan menjadi penulis. Thia pun memberikan tips dan trik menulis ala Thia. Thia ingin teman-temannya mendapatkan manfaat seperti yang selama ini dirasakannya. Moto hidup Thia "The happiest moment is when you can share your happiness with others" diimplementasikannya dengan senang berbagi segala hal yang dia punya, termasuk berbagi ilmu tentang menulis melalui workshop menulis, maupun sebagai narasumber di media cetak dan televisi.




Walau sudah menjadi penulis dan sering mendapat bonus menjadi narasumber workshop menulis, Thia tidak pernah berhenti belajar menulis. Semenjak berhasil mengikuti Konferensi Anak 2009 dan Konferensi Penulis Cilik 2009, berturut-turut Thia lolos mengikuti kegiatan Konferensi Penulis Cilik 2010, Konferensi Penulis Cilik 2011, dan Konferensi Penulis Cilik 2012 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bonus tambahannya, Thia mendapatkan penghargaan sebagai Penulis Cilik Terbaik 2011 dan Penulis Cilik Terproduktif 2012.


Membaca, menulis, dan berkegiatan merupakan kegemaran Thia. Kolaborasi ketiganya mengantarkan Thia lolos seleksi menulis surat hingga mengikuti Writing Camp 2016, serta lolos menulis puisi hingga mengikuti Akademi Remaja Kreatif Indonesia 2017. Tak hanya itu, Thia bersama dua orang temannya diutus sekolah untuk mengikuti lomba film pendek pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2016 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Dalam kegiatan ini, Thia menjadi pemain sekaligus penulis skenario. Thia dan kedua temannya berhasil meraih juara pertama tingkat walikota Jakarta Timur dan mendapat juara kedua tingkat propinsi DKI Jakarta. Hasil dari belajar menulis skenario dengan bonus dua kemenangan, membuat Thia dan timnya kecanduan membuat film pendek. Lagi-lagi mereka selalu mendapatkan juara.


Thia bercerita tentang awal menulis skenario film pendek saat menjadi
bintang tamu di Kick Andy Metro-TV, 1 September 2017.

Sebagai anak yang aktif berkegiatan dan senang berkenalan dengan teman-teman baru, Thia selalu mencari informasi tentang kegiatan-kegiatan yang bisa diikutinya. Biasanya, salah satu persyaratan seleksinya adalah membuat tulisan berbentuk esai. Di sinilah Thia mendapatkan manfaat lain dari kebiasaannya membaca dan menulis. Berkat karya esai yang ditulisnya, Thia berhasil lolos mengikuti berbagai kegiatan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pemerintahan dan non pemerintahan secara gratis. Sebut saja kegiatan Forum Pelajar Indonesia 2016, Duta HAM 2016, Indonesia Student Unite 2017, dan Parleman Remaja 2017.

Kemudian datang kesempatan untuk mengikuti kegiatan tingkat internasional, yaitu Harvard Model United Nations (HMUN), merupakan simulasi kegiatan sidang PBB yang diselenggarakan di Boston, Amerika Serikat. Kembali salah satu persyaratan seleksinyaa adalah mengirimkan esai sesuai tema yang telah ditetapkan. Singkat cerita, Thia berhasil lolos. Tapi kegiatan ini harus menggunakan biaya sendiri. Alhamdulillah, beberapa bulan sebelumnya, Thia terpilih sebagai salah satu penerima Pin Emas Anugerah Kebudayaan 2016 kategori Anak dan Remaja. Thia terpilih sebagai penulis produktif dan penggiat literasi. Selain mendapat pin emas dan sertifikat, Thia juga mendapat sejumlah uang sebagai hadiahnya. Dengan menggunakan hadiah uang tersebut, Thia berangkat ke Boston, Amerika Serikat, guna mengikuti Harvard Model United Nations (HMUN) yang diselenggarakan pada Januari 2017. Dari pengalaman inilah Thia kecanduan mengikuti kegiatan-kegiatan lain di luar negeri. Tentu saja, Thia mengincar kegiatan-kegiatan yang gratis.

Thia saat menjadi delegasi HMUN 2017 di Boston, Amerika Serikat.


Thia bercerita tentang kegiatannya di Harvard Model United Natiins (HMUN) 2017,
saat menjadi bintang tamu di Kick Andy Metro-TV, 1 September 2017.


Keliling Dunia Gratis Berkat Literasi
Tekad Thia mengikuti berbagai kegiatan ke luar negeri betul-betul dilaksanakannya. Thia membidik kegiatan-kegiatan yang sesuai minatnya, namun gratis. Seleksinya, selain melampirkan  CV (Curriculum Vitae), juga membuat tulisan esai dalam bahasa Inggris. Ada juga yang menambahkan persyaratan membuat rekaman video dalam bahasa Inggris. Dilanjutkan dengan wawancara menggunakan bahasa Inggris. Nah, dari sekian banyak seleksi yang diikuti Thia, ada yang lolos dan ada yang tidak lolos. Semua diterima Thia sebagai dinamika berkompetisi.

Setelah mengikuti Harvard Model United Nations (HMUN) di Boston, Amerika Serikat, kegiatan-kegiatan ke luar negeri yang berhasil Thia ikuti secara gratis adalah:
  1. Menjadi delegasi 5TH ASIA PACIFIC YOUTH EXCHANGE 2018 dan berhak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Urban Youth Academy dan Asian Development Bank di Manila dan Quezon, Filipina, 9-20 Januari 2018.
  2. Menjadi delegasi BUSAN INTERNATIONAL KIDS AND YOUTH FILM FESTIVAL 2018 dan berhak mengikuti Busan International Youth Film Camp di Busan, Korea Selatan, 11-18 Juli 2018.
  3. Menjadi delegasi UNIVERSAL KIDS FILM FESTIVAL 2018 di Istanbul, Turki, 20-24 September 2018.
  4. Menjadi delegasi ASEAN UNIVERSITY STUDENT COUNCIL UNION (AUSCU) mewakili Indonesia dan Universitas Padjajaran di Singapore, 14-17 Desember 2018.
  5. Menjadi delegasi The DICE (Developing Inclusive and Creative Economics) Young Storymakers Programme di London, 17-24 Mei 2019. Merupakan kegiatan kerjasama antara British Council dengan Pioneers Post.
  6. Menjadi delegasi ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights (AICHR) Interregional Dialogue on Business and Human Rights bersama Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno Marsudi, di Bangkok, Thailand, 9-12 Juni 2019.
  7. Menjadi delegasi Indonesia dalam NUS Enterprise Summer Programme on Entrepreneurship di Singapore, 14-27 Juli 2019. Kegiatan ini didanai secara penuh olehTemasek Foundation International Singapore bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS).
Atas, Ki-Ka: APYE (Philipina), AUSCU (Singapore)
Tengah, Ki-Ka: BIKY (Korea Selatan), UKFF (Turki), NUS (Singapore)
Bawah, Ki-Ka: DICE (Inggris), AICHR (Thailand).

Total tujuh negara yang telah Thia kunjungi berkat Literasi, yaitu Amerika Serikat, Philipina, Korea Selatan, Turki, Singapore, Inggris, dan Thailand. TUJUH NEGARA dalam DELAPAN KEGIATAN sebagai delegasi Indonesia, yang tentu saja mewakili Indonesia.

Semua pencapaian itu berkat kecakapan literasi yang dimiliki Thia sejak kecil.
  1. Kecakapan membaca dengan baik, sehingga paham akan bacaan.
  2. Kecakapan menulis yang dituangkan dalam beragam jenis tulisan, terutama esai.
Berkat kecakapan literasi yang dimilikinya itu, Thia juga berhasil masuk ke dalam berbagai organisasai dan komunitas yang sesuai dengan bakat dan minatnya, serta aktif di sana. Saat ini, Thia tercatat sebagai Dewan Etik Persatuan Penulis Indonesia (SATUPENA) dan sebagai Dewan Penasihat Muda Plan International Indonesia. Thia juga menjadi kontributor Pioneers Post, media cetak dan online Inggris yang memberitakan tentang kewirausahaan sosial dari seluruh dunia.

Bonus lain, selain memperoleh beberapa penghargaan tingkat nasional seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Thia pun memperoleh penghargaan Internasional Diana Awards 2018  dari The Diana Award, Diana Foundation, London, Inggris, sebagai orang muda inspiratif dunia atas konsistensinya sejak umur 9 tahun menularkan gemar membaca dan menulis dengan berkarya dan mengajarkannya. Kemudian Thia juga mendapatkan penghargaan International Young Superheroes 2018 dari Plan Ungdom, Plan International Norway, Norwagia, sebagai aktivis muda Development Goals (SDGs) yang bergerak dalam perlindungan hak anak dan wanita.


Terlepas dari semua prestasi yang diraih di bidang literasi dan organisasi, Thia pun berhasil mempertahankan prestasinya di bangku sekolah, dan kini di bangku kuliah. Baru-baru ini, Thia memperoleh penghargaan Mahasiswa Berprestasi Fakultas FISIP, Universitas Padjajaran.



Keluarga Menjadi Awal Gerakan Literasi Nasional
Ternyata manfaat dari literasi, terutama kecakapan membaca dan menulis itu sangat luar biasa. Tidak hanya sebagai media hiburan, tapi juga bisa menambah pengetahuan dan wawasan akan banyak hal. Bahkan bisa keliling dunia dengan gratis.

Merujuk kepada pengalamanku di atas, berliterasi haruslah dimulai dari keluarga, dari rumah. Dari pengalamanku berliterasi di dalam keluarga, maka dapat kurangkum sebagai berikut:
  1. Orangtua harus menjadi contoh berliterasi dalam keluarga. Bila ingin anak-anaknya suka membaca buku, maka orangtua harus membaca buku. Demikian pula bila ingin anak-anaknya suka menulis, maka orangtua pun harus menulis.
  2. Membiasakan anak-anak bercengkerama dengan buku sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membacakan buku setiap saat.
  3. Sering mengajak anak-anak ke toko buku atau perpustakaan agar terbiasa melihat buku, sekaligus merangsang mereka untuk mau membaca buku.
  4. Memenuhi tiap sudut rumah dengan buku-buku agar anak-anak terbiasa dan tertarik melihat buku, kemudian mau membacanya.
  5. Membuat perpustakaan kecil di rumah yang berisi aneka ragam buku, termasuk buku-buku yang menjadi kesukaan tiap anggota keluarga.
  6. Memberikan perhatian dan support kepada anak-anak yang memiliki ketertarikan lebih di bidang literasi. Misalkan dengan membuatkan blog, membantu mengetikkan tulisan yang sudah dibuat, bahkan berusaha menyalurkan karya-karya anak untuk dapat diterbitkan.
  7. Melakukan investasi masa depan bagi anak di bidang literasi dengan memberikan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan literasi. Misalkan dengan mengikuti pelatihan menulis atau masuk ke dalam komunitas literasi.
  8. Memberikan apresiasi dan pujian tiap kali anak-anak melakukan praktik baik berliterasi. Misalkan saat anak berhasil menyelesaikan buku yang dibacanya atau setelah menceritakan pengalamannya di sekolah.
  9. Membiasakan untuk memberi buku-buku sebagai hadiah kepada anak-anak atas berbagai prestasi yang telah mereka raih.
  10. Memahami bahwa tiap anak mempunyai tingkat ketertarikan yang berbeda dalam bidang literasi, sehingga dibutuhkan kreativitas orangtua untuk dapat memancing mereka mau berliterasi. Misalkan terhadap anak-anak yang suka bermain games, maka orangtua bisa memancing mereka mau membaca dengan kompensesi memperbolehkan mereka bermain games selam 15 menit.
  11. Melakukan gerakan membaca buku bersama bagi seluruh anggota keluarga. Pada saat itu, tiap anggota keluarga membaca buku yang mereka inginkan, lalu menceritakannya kembali di hadapan semuanya.
  12. Bekerjasama dengan guru-guru di sekolah agar praktik baik berliterasi di rumah bisa sejalan dan selaras dengan di sekolah. Misalkan guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk membaca buku cerita, lalu menceritakannya kembali dengan menuliskannya ke dalam buku tulis.  Orangtua membantu anak-anak mencarikan buku-buku tersebut dan turut mendampingi mereka dalam menyelesaikan tugasnya.
Tiga lemari buku berisi koleksi buku-buku di perpustakaan kami, Perpustakaan Fadhila.


Referensi:
  1. Pengalaman pribadiku.
  2. Blog putriku, Muthia Fadhila Khairunnisa (Thia).
  3. Video-videoku di Youtube, Shinta Handini.
  4. Video Kick Andy Metro-TV dalam Membuka Jendela Dunia 1.
  5. Video Kick Andy Metro-TV dalam Membuka Jendela Dunia 2.
  6. Video Kick Andy Metro-TV dalam Membuka Jendela Dunia 6.


Minggu, 22 September 2019

[Buku Saya] KKM Kisah 25 Nabi dan Rasul untuk Balita

Buku Ke-54

Judul: KKM Kisah 25 Nabi dan Rasul untuk Balita
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: JJ Wind
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 220 halaman

Sinopsis:
Umat Islam memiliki 25 nabi dan rasul yang merupakan utusan Allah. Adik-adik pasti tahu, kan siapa saja mereka? Cerita-cerita mereka ada di dalam Al-Quran, lho! Nah, di buku ini, adik-adik bisa membaca sendiri kisah mereka. Semoga, adik-adik pun bisa meniru akhlak mulia 25 nabi dan rasul. Yuk, dibaca!

[Buku Saya] 10 Karakter Hebat Anak Muslim: Aku Mau Jadi Anak yang Disiplin

Buku Ke-53

Judul: 10 Karakter Hebat Anak Muslim: Aku Mau Jadi Anak yang Disiplin
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Orange Nira
Editor: Anisa Nur Septiana dan Erlina Zachi
Penerbit: Ziyad Books
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Disiplin itu tepat waktu dan tidak menunda hal baik. Allah menyukai anak-anak yang disiplin. Anak-anak yang disiplin berarti mengegerakan kebaikan.

[Buku Saya] 10 Karakter Hebat Anak Muslim: Aku Cinta Allah dan Rasulullah

Buku Ke-52

Judul: 10 Karakter Hebat Anak Muslim: Aku Cinta Allah dan Rasulullah
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Orange Nira
Editor: Anisa Nur Septiana dan Erlina Zachi
Penerbit: Ziyad Books
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Anak-Anak Saleh, bersegeralah dalam berbuat kebaikan karena perbuatan baik yang kita lakukan akan mendatangkan cinta dari Allah dan Rasulullah.

[Buku Saya] Diary Persahabatan: Hadiah Terakhir untuk Sofia

BUKU KE-51

Judul: Diary Persahabatan Hadiah Terakhir untuk Sofia
Penulis: Sarah Ann - Muthia Fadhila Khairunnisa - Shinta Handini - Ainun Mubin
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Rasa sedih tidak bisa Rere hilangkan setiap kali teringat akan sahabatnya, Sofia, yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit kankernya. Rasanya tidak tega melihat sahabatnya kesakitan. Tapi, Rere sudah berjanji untuk selalu ada ketika Sofia membutuhkannya. Seperti saat ini, Rere sedang merencanakan kejutan ulang tahun untuk Sofia. Ia berharap hadiahnya bisa membuat Sofia ceria dan tetap semangat melawan penyakitnya. Akankah rencana Rere berjalan sesuai dengan harapannya?

[Buku Saya] Diary Persahabatan: Teman Tapi Saingan

BUKU KE-50

Judul: Diary Persahabatan Teman Tapi Saingan
Penulis: Shinta Handini - Rien.Riennn - Sucia Ramadhani - Prasetyaning Hutami
Penyunting Naskah: Shinta Handini dan Wiwit Wijiastuti
Penyunting Ilustrasi: Rony Amdani
Ilustrasi Cover: Dini Marlina
Ilustrasi Isi: Syarifah Tika
Desain Sampul dan Isi: Deny Saputra dan Hendry Y. Satriawan
Penyelaras Aksara: Ammy Siti Rahmi dan Syifa Mahramis S.
Penerbit: Muffin Graphics
Tebal: 92 halaman

Sinopsis:
Manda dan Brita adalah teman sekelas yang sama-sama hobi menyanyi. Berbagai kontes menyanyi sudah mereka ikuti dan juarai. Mereka bahkan selalu bersaing untuk jadi yang terbaik. Seperti saat ini, mereka sama-sama memperebutkan posisi untuk mewakili Indonesia di Singapura. Seperti apa ya persaingan mereka? Kira-kira, siapakah yang akan jadi juaranya?

[Buku Saya] Islamic Princess: Pertolongan Qaddasa untuk Naila

Buku Ke-49

Judul: Islamic Princess: Pertolongan Qaddasa untuk Naila
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Ferry Barryadi
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Pertolongan Qaddasa untuk Naila

[Buku Saya] Islamic Princess: Baarina dan Sepatu-Sepatu Amira

Buku Ke-48

Judul: Islamic Princess: Baarina dan Sepatu-Sepatu Amira
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Ferry Barryadi
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Baarina dan Sepatu-Sepatu Amira

[Buku Saya] Islamic Princess: Jabbarani dan Kotak Celengan

Buku Ke-47

Judul: Islamic Princess: Jabbarani dan Kotak Celengan
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Ferry Barryadi
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Princess Jabbarani sangat mencintai kelestarian lingkungan. makanya, dia suka mendaur ulang barang bekas. Di istana Kerajaan Musaffa, ada ruang kreativitas yang dipenuhi barang-barang buatan Princess Jabbarani. Apa saja, ya karyanya?
Yuk, kita ikuti ceritanya ya!

[Buku Saya] Islamic Princess: Amina dan Dongeng Ciptaannya

Buku Ke-46

Judul: Islamic Princess: Amina dan Dongeng Ciptaannya
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Ferry Barryadi
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Princess Amina sangat cantik dan baik hati. Wlau terlahir sebagai anak tunggal, dia tidaklah manja. Bahkan, dia senang menolong dan bercerita pada teman-temannya. Yuk, kita ikuti ceritanya!

[Buku Saya] Sahabat Rasulullah Saw.: Bilal bin Rabah, Muadzin Rasulullah Saw.

Buku Ke-45

Judul: Sahabat Rasulullah Saw.: Bilal bin Rabah, Muadzin Rasulullah Saw.
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Wening Nawangi
Editor: Ratih Cahaya
Penerbit: Gema Insani
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Bilal mengaji dengan suara merdu dan bacaan yang benar. Bilal juga sangat merdu mengumandangkan adzan. Akan tetapi, Bilal tidak mau mengikuti lomba adzan di sekolah. Bilal gugup tampil di depan juri. Kemudian Budi bercerita tentang sahabat Rasulullah Saw. yang bernama Bilal juga. Wah, seperti apa kisah Bilal, ya? Yuk, temukan jawabannya di dalam buku ini!

[Buku Saya] Sahabat Rasulullah Saw.: Salman al-Farisi, Pencari Hidayah dari Persia

Buku Ke-44

Judul: Sahabat Rasulullah Saw.: Salman al-Farisi, Pencari Hidayah dari Persia
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Wening Nawangi
Editor: Ratih Cahaya
Penerbit: Gema Insani
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Dani sangat senang menginap di rumah sepupunya, Budi. Apalagi Dani juga bisa ikut menghadiri pengajian di masjid. Ternyata pengajian di masjid itu seru, lho! Ustadz Khalid bercerita tentang kisah sahabat Rasulullah Saw. yang bernama SAlman al-Farisi. Karena cerita Salman al-Farisi, Budi jadi ingin mengikuti pengajian. Wah, seperti apa kisah SAlman al-Farisi, ya?

[Buku Saya] Sahabat Rasulullah Saw.: Khalid bin Walid, Pedang Allah yang Terhunus

Buku Ke-43

Judul: Sahabat Rasulullah Saw.: Khalid bin Walid, Pedang Allah yang Terhunus
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Wening Nawangi
Editor: Ratih Cahaya
Penerbit: Gema Insani
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Alif sennag sekali dibelikan pedang mainan oleh Om Bagas. Sayangnya, pedang mainan Alif patah. Kak Salwa menghibur Alif dengan mengajaknya membaca buku cerita. Buku itu bercerita tentang Khalid bin Walid, Sahabat Rasulullah Saw. yang dijuluki sebagai pedang Allah. Wah, seperti Apa kisah Khalid bin WAlif, ya? Yuk, temukan jawabannya di dalam buku ini!

[Buku Saya] Baby Islamic Princess: Putri Karima dan Mahkota Melati

Buku Ke-42

Judul: Putri Karima dan Mahkota Melati
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Ferry Barryadi
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Putri Karima bermain di taman sambil membawa sekeranjang bunga melati. Dia merangkainya menjadi mahkota melati. Tiba-tiba Putri Karima melihat Jilan dan Farhan. Jilan tidak berani meluncur di atas perosotan. Apa yang terjadi, ya? Yuk, baca ceritanya!

[Buku Saya] Baby Islamic Princess: Putri Malika dan Kue Sus Warna-Warni

Buku Ke-41

Judul: Putri Malika dan Kue Sus Warna-Warni
Penulis: Shinta Handini
Ilustrator: Ferry Barryadi
Editor: Dadan Ramadhan
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 24 halaman

Sinopsis:
Putri Malika pergi ke Panti Asuhan Habibi. Dia membawa tiga kotak kue sus warna-warni. Semua anak senang memakan kue sus yang enak itu. Tapi, ternyata Daffa ingin memakan satu kotak kue sendiri. Apa yang terjadi, ya? Yuk, baca ceritanya!

[Editan Saya] Komik KKPK Youtuber Challenge!

BUKU EDITAN KE-198

Judul: Komik KKPK Youtuber Challenge!
Penulis: Naura, dkk.
Ilustrator: Sonny Yanuar
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 108 halaman

Sinopsis:
"Kyaaa ... Kerla! Kamu kereeen ...!"
"Kerlaaa ... subscriber-mu banyak sekali!"
"Wiiih ... makin terkenal saja, kamu!"
Sali mengelus dada. Dia harus bersabar beberapa hari lagi, beberapa minggu lagi, hingga mungkin mereka tidak akan seheboh itu.
Hmmm ... siapakah Kerla? Apa yang dia miliki sehingga teman-teman kagum kepadanya? Padahal, Sali justru kebalikannya, lho! Dia tidak tertarik untuk ikut mengerubungi Kerla. Nah, kenapa, ya? Kalau ingin tahu jawabannya, baca bukunya saja, yuk!

[Editan Saya] KKPK Misteri Buku yang Hilang

BUKU EDITAN KE-197

Judul: Misteri Buku yang Hilang
Penulis: Kania Zahrani
Ilustrator: Sonny Yanuar
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 108 halaman

Sinopsis:
Liburan kali ini, Amel dan Ica tidak dapat berlibur bersama orangtuanya karena kedua orangtua mereka sama-sama sibuk. Jadi, Amel dan Ica tidak memiliki kegiatan selama libur. Aih, membosankan banget! Untungnya, Ica memiliki ide cemerlang untuk membuka perpustakaan di rumah Amel sebagai pengisi waktu libur. Pada hari pertama perpustakaan dibuka, pengunjung langsung ramai. Saat waktu berkunjung perpustakaan selesai, alangkah terkejutnya Amel dan Ica ketika menemukan dua buku mereka hilang! Siapakah yang meminjam buku-buku itu? Atau jangan-jangan, ada yang mencurinya? Apakah Amel dan Ica bisa menemukan pelakunya?

[Editan Saya] KKPK Callysta Si Fahionista

BUKU EDITAN KE-196

Judul: Callysta Si Fahionista
Penulis: Mutiara Sya'bani
Ilustrator: Sonny Yanuar
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 108 halaman

Sinopsis:
Callysta bermimpi menjadi fashionista cilik. Budenya, BudeTi, membantu Callysta mewujudkan impiannya. BudeTi membuatkan Callysta baju-baju dari kain perca. Meski punter buat dari kain perca, baju-baju buatan BudeTi sangat keren. Callysta sangat senang dan selalu memakainya ke tempat les.
Di tempat les, Sisil dan Adiba mengejek Callysta. Sisil menganggap baju-baju Callysta jadul dan tidak menarik. Namun, baju-baju Callysta selalu di puji para guru. Hal itu membuat Sisil iri.
Suatu hari, Callysta mengikuti lomba fashion show yang di adakan di suatu mal. Callysta mengenakan baju dari kain perca yang dibuatkan BudeTi. Tak disangka, Sisil ikut juga. Wah, bagaimana perlombaannya, ya? Siapa yang menang? Baca ceritanya saja, yuk!

[Editan Saya] Komik KKPK Stop Plagiat!

BUKU EDITAN KE-195

Judul: Komik KKPK Stop Plagiat!
Penulis: Kirana Riris, dkk.
Ilustrator: Sonny Yanuar
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 108 halaman

Sinopsis:
Bunda membaca cerita Kayla dan terkejut. "Kayla, cerita yang Kayla buat ini sama dengan yang ada di buku yang Kayla pinjam di perpustakaan, ya?" tanya bunda meyakinkan.
"Agak beda, kok, Bun. Berarti enggak sama, kan?" jawab Kayla dengan perasaan tak bersalah.
Waaah ... bagaimana kelanjutan ceritanya, ya? Apakah tindakan Kayla diperbolehkan? Jadi penasaran, kan? Buka bukunya dan baca ceritanya, yuk!