Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Oktober 2013

[Puisi] Bagian Itu


Bagian itu rapuh, seperti sayap kupu-kupu
Mengikuti sang penguasa
Cantik bila dipuja
Hancur jika dikoyak

-Jakarta, 11 Oktober 2013-

Kamis, 08 Agustus 2013

[Puisi] Hari Raya Kemenangan


Takbir, tahlil, tahmid menggema
Bersahut-sahutan di udara
Dari masjid-masjid dan mushola-mushola
Memuji keagungan dan kebesaran-Nya

Ya Allah ...
Telah Kau pertemukan kami dengan Ramadhan tahun ini
Semoga kami bisa dipertemukan kembali tahun depan
Dalam pelukan dan kedamaian yang indah

Esok kan kami songsong hari baru
Bulan baru di hari kemenangan
Menyambut kebahagiaan hati yang fitrah
Kembali bersih dan suci penuh keikhlasan

Selamat merayakan hari raya kemenangan
Untuk saudara, teman, dan handai taulan
Maafkan segala khilaf yang pernah ada
Di hari-hari ke belakang

Lupakan pertikaian dan perbedaan yang ada
Mari gandeng kebersamaan
Dengan senyum dan jabat erat persaudaraan
Semoga Allah senantiasa merahmati kita


-Taman Asri, 8 Agustus 2013-



Sumber gambar: http://www.makelarberita.com/ucapan-kartu-lebaran-2013.html

Senin, 24 Juni 2013

[Puisi] Matahariku


Menepi
Memandang matahari di kejauhan
Memamerkan oranyenya
Sebelum menghilang
Sebentar lagi


Jakarta, 24 Juni 2013

Sabtu, 16 Februari 2013

[Puisi] Smile to the World


Kamu Kamu Kamu

Temanku bukan cuma kamu kamu kamu
Sebelumnya sudah ada kamu kamu kamu
Setelahnya muncul kamu kamu kamu
Tak hanya aku, kamu kamu kamu pun begitu


Jangan Bilang

Jangan bilang berkhianat
Dan menuding orang berkhianat
Sementara kau tak mengerti arti berkhianat
Dan kau telah berkhianat


- Jakarta, 16 Februari 2013 -

Jumat, 15 Februari 2013

[Puisi] Lebah dan Kawanannya


Aku tidak pernah mengganggu sekawanan lebah
Aku hanya memandang mereka
Mengagumi keindahan sarangnya
Dari jauh, tak berani mendekat

Pernah seekor lebah datang kepadaku
Berdengung dekat di telingaku
Berputar-putar naik-turun
Mengelilingiku memamerkan pesonanya

Lebah itu terlihat baik
Dia tidak menggigitku
Dia memberitahuku rahasia tariannya
Merayuku untuk meliuk bersamanya

Aku mencoba menyentuhnya
Dibalut embusan angin kepercayaan
Tak sadar aku ikut menari
Lepas bebas, dalam kenyamanan
Aku melayang ikut terbang

Tiba-tiba lebah itu menggigitku
Bersama kawanannya
Merajam sekujur tubuh
Sakit yang mengundang air mata
Perih pedih tak terkira

Salahku bermain bersama lebah itu
Sesal yang terlambat

Lebah dan kawanannya terbang tinggi
Sendiri kumelihat mereka
Tetap dari jauh tak mengusik
Hanya berharap tak diusik


- Jakarta, 15 Februari 2013 -

[Puisi] Titik Airku


Saat ketel mengepulkan asap
Titik air terbang melayang
Ditangkap langit berona biru
Melayang ringan sebagai awan

Langit membuka topengnya
Kelabu menjadi hiasan nyata
Titik-titik air yang kecil tumpah
Berubah menyemburkan air bah

Titi-titik air bercampur
Debu dan partikel mengubahnya
Semula bening, kini keruh
Pekat kotor dan tersingkirkan

Dalam perjalanan mencari muaranya
Selokan dan kubangan dihampiri
Sungai jernih menjadi likat
Titik air pasrah pada riwayatnya


- Jakarta, 15 Februari 2013 -

Selasa, 29 Januari 2013

[Puisi] Penglihatanku


Angin tiba-tiba bertiup kencang
Ribut tak berkesudahan
Ombak berdentam dalam deburan
Dahsyat luar biasa


Di saat petani menanam benih
Angin sejuk yang didamba
Ketika nelayan menjaring ikan
Suara ombak diharap menemani

Tapi kemana mereka pergi?
Di mana mereka berada?

Tak ada desiran angin
Tak ada alunan ombak
Walau hanya embusan dan liukan
Semua menghilang, lenyap

Mereka hanya datang saat badai menerjang
Menumpang suasana dengan tawa
Menambah keriuhan hingga poranda
Bangga sudah berdiri di atasnya


-Jakarta, 29 Januari 2013-

Minggu, 27 Januari 2013

[Puisi] Tegar



Angin berderak, meniup, menerpa deras
Pohon tumbang, karang tetap kokoh
Kupu-kupu hinggap di puncak karang
Memandangi berisik keresek daun

- Jakarta, 15 Januari 2013 -

Jumat, 21 September 2012

[Puisi] Biru


Dunia berwarna
Seperti pelangi
Tapi di mataku
Hanya terlihat satu
Biru

-Jakarta, 21 September 2012-

Kamis, 20 September 2012

[Puisi] Musikalisasi Puisi: Aku Ingin


 

AKU INGIN

Puisi: Sapardi Djoko Damono
Penyanyi: Reda dan Ari Malibu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

[Puisi] Kata Papaku


Kata papaku, dunia ini adalah masalah
Jadi tidak perlu lagi mencari masalah
Kata papaku, hidup ini adalah masalah
Jadi tidak perlu lagi menambah masalah
Kata papaku, diri ini adalah masalah
Jadi tidak usahlah mencampuri masalah orang lain

Saat orang menggunjingkan suatu masalah
Sebenarnya orang itu tidak paham akan masalahnya
Mereka hanya menduga, menerka, menebak, dan sok tahu

Bijaklah menyikapi
Tidak usah bicara
Tidak usah dibantah
Tidak usah dijelaskan

Diamlah
Karena diam itu emas
Kau akan capek bicara
Karena mereka sudah terpasung oleh opini yang memenjara otak mereka

Tersenyumlah
Nyamankan dirimu
Di sekelilingmu lebih banyak yang mencintaimu dengan tulus
Tanpa melihat masalahmu


- Jakarta, 1 Oktober 2011 -

[Puisi] Dia


Dia datang mendekat
Menawarkan uluran tangannya
Kusambut dengan senang hati

Tanpa kuduga
Kujatuh pada pesona dirinya
Sehingga tak ada batasan lagi di antara kami

Cerita-cerita mengalir
Keluh kesah terungkap
Tawa tangis mewarnai
Semua begitu indah

Hingga akhirnya keberadaanku mengganggunya
Merintangi impiannya
Menghambat cita-citanya

Kaget, sedih, kecewa
Semua rasa menyesak di dada
Tapi akhirnya kusadari
Itu hanyalah sebuah episode kehidupan

Kuikhlaskan dia pergi
Dengan senyuman
Semoga kesuksesan senantiasa menyertainya


- Jakarta, 1 Oktober 2011 -

[Puisi] Duniaku



Di tempatku berpijak, dunia berputar
Mungkin sama, mungkin berbeda, dengan apa yang dirasakan mereka
Tetapi kutahu, semua punya cara yang sama
Berusaha menyeimbangkan pijakan
Berusaha mencari pegangan

Besar kecil goncangan yang dirasakan
Tergantung dari masing-masing orang
Ada yang merasa mendapat goncangan besar
Sementara orang lain yang melihat, goncangannya tidaklah seberapa
Sebaliknya, ada yang merasa mendapat goncangan kecil
Tetapi orang-orang di sekelilingnya melihat goncangan tersebut bagaikan gempa yang dahsyat

Buatku, semua goncangan itu sama
Yang membuat bumi bergoncang adalah Dzat yang sama
Kitalah yang membeda-bedakan goncangan tersebut
Hati, pikiran, rasa, dan cara pandang kita melihat
Yang membeda-bedakannya


- Jakarta, 1 Oktober 2011  -