Senin, 01 September 2014

[Editan Saya] KKPK Travela The Kingdom of Butterfly

BUKU EDITAN KE-37

Judul: The Kingdom of Butterfly
Penulis: Shofi
Ilustrator: Nisa Nafisah
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 132 halaman

Sinopsis:
Si kembar Nadia dan Nadine tidak jadi berlibur ke luar negeri. Mama dan Papa sedang banyak pekerjaan. Mereka akhirnya mengirim si kembar untuk liburan ke Makassar, ke rumah Tante Yuli dan Om Yuri. Di sana, Nadia dan Nadine bertemu dengan sepupu kembar mereka. Namanya Vika dan Vina. Ternyata, Tante Yuli dan Om Yuri juga sibuk. Keduanya tidak bisa menemani Nadia dan Nadine. Tapi, dengan berbekal nekat dan peta dari Tante Yuli, kedua pasang anak kembar, Nadia-Nadine dan Vika-Vina, akhirnya berkeliling ke tempat-tempat wisata di kota Makassar. Mereka pergi ke Benteng Rotterdam, Pantai Losari, Trans Studio, Taman Nasional Bantimurung, dan tempat-tempat lainnya. Mereka juga menikmati makanan khas makasar seperti mi titi dan pisang ijo. Oh, ya, mereka sempat tersesat dua kali, lho! Vina sampai menangis. Sementara Nadine malah menghilang. Waduh! Terus, gimana cerita selanjutnya, ya? Daripada penasaran, kita cari tahu di buku ini, yuk! Pastinya unik dan seru! - See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22177-Travela-The-Kingdom-of-Butterfly#.VAPzV0jgjUE

[Editan Saya] KKPK Cookidz The Chocolate Cake Balls Paranoia

BUKU EDITAN KE-36

Judul: The Chocolate Cake Balls Paranoia
Penulis: Kinta
Ilustrator: Nisa Nafisah
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 156 halaman

Sinopsis:
Alan dan Hani, dua anak perempuan yang baru lulus SD itu bersaing. Keduanya sekelas dan sama-sama diterima menjadi anggota OSIS. Dalam acara pengumpulan dana untuk OSIS, mereka berencana untuk berjualan. Ternyata, Alan dan Hani berjualan kue yang sama. Mereka membuat kue bola-bola cokelat. Alan yang tidak pandai memasak, dibantu oleh Dika, anak lelaki tetangganya yang mempunyai hobi memasak. Dika juga satu sekolah dengan Alan dan Hani. Alan tidak ingin kalah dari Hani. Yup, persaingan dimulai! Kue bola-bola cokelat buatan siapakah yang menang? Buatan Alan atau buatan Hani?
Lalu, kenapa di antara keduanya muncul paranoia? Apakah mereka tetap terus bersaing? Ingin tahu kelanjutan ceritanya? Yuk, tuntaskan rasa penasaranmu dengan membaca buku ini!

[Editan Saya] KKPK The Winter Roses

BUKU EDITAN KE-35

Judul: The Winter Roses
Penulis: Adine
Ilustrator: Nisa Nafisah
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 128 halaman

Sinopsis:
Luna memberitahukan sebuah rahasia kepada Marie, sahabatnya. Dia telah menanam sekumpulan The Winter Roses di salah satu sudut sekolah mereka, France International Dormitory School. Wow ... baru sekali ini Marie melihatnya. The Winter Roses adalah bunga langka yang sangat mahal harganya. Sudah pasti banyak orang yang memburunya, termasuk segerombolan penjahat. Marie dan Luna pun berusaha menyelamatkan The Winter Roses. Berhasilkah mereka? Kita ikuti ceritanya di buku ini, yuk!

[Editan Saya] KKPK The Journalist Group

BUKU EDITAN KE-34

Judul: The Journalist Group
Penulis: Sausan
Ilustrator: Kaktus Studio
Editor: Dadan Ramadhan dan Shinta Handini
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 96 halaman

Sinopsis:
Safina, Marsha, Haruna, dan Achan bersahabat. Di sekolah, mereka dijuluki “Empat Sahabat”. Suatu hari, sekolah mereka mengadakan tur ke Bandung. Tidak ada yang memberitahukan kalau mereka tidak menginap di hotel, melainkan berkemah. Wow, pengalaman baru yang luar biasa! Banyak kejadian saat mereka berkemah. Apalagi, Safina dan Marsha tiba-tiba menghilang di hutan. Semua menjadi panik. Untunglah, keduanya kembali dengan selamat. Tapi, ke mana mereka menghilang, ya? Penasaran, kan? Nah, semua pengalaman itu harus mereka tuliskan sebagai tugas jurnalistik. Kepala sekolah akan memilih empat anak dengan tulisan terbaik. Wah, siapa yang jadi pemenangnya, ya? Kisah-kisah apa saja yang mereka tuliskan? Yuk, baca ceritanya! Dijamin seru!

Rasa Ini


Tak terasa sudah memasuki bulan kesembilan di tahun 2014 ini. Tahun ini adalah tahun yang sangat berat buatku. Sering tak sadar, tau-tau pipiku sudah basah. Pandanganku memudar. Napasku tersenggal-senggal. Akhirnya, aku cuma bisa menelungkupkan badan di atas tempat tidur seraya menutup mukaku dengan bantal. Tak ingin rasa ini, sesak yang ada di dada ini terdengar oleh anak-anakku tercinta. Aku berusaha sekuat tenaga menyembunyikannya.

Seperti sekarang. Rumah sepi. Tinggal aku sendiri. Tugas pagi sudah kutunaikan. Anak-anak sudah kuantar ke sekolah masing-masing. Biasanya, bila ada kiriman pekerjaan, aku tidak pulang. Aku lebih senang tenggelam mengerjakan pekerjaan-pekerjaanku di sebuah tempat nyaman, yang dekat dengan sekolah anak-anak. Pramusaji tempat itu sampai hafal denganku, karena bisa tiga kali seminggu aku berada di sana, sendiri dan tak peduli dengan sekitar.

Kali ini, pekerjaan sudah selesai. Belum ada pekerjaan lanjutan. Aku memutuskan untuk langsung pulang. Biasanya, aku langsung menuju dapur, membereskan semuanya yang masih berantakan saat kutinggal mengantar anak-anak sekolah tadi pagi. Kini, tiba-tiba aku ingin menghadap komputerku, membuka blogku, dan hanya ingin mencurahkan rasaku di sini.

Aku ... aku ... aku tak tau apa yang lebih kurasa saat ini. Mungkin rasa sedih, gagal, dan bersalah, karena tiba-tiba mataku sudah kembali buram. Huruf-huruf yang kuhadapi terasa berbayang.

Ya, Allah ... aku cuma ingin segalanya baik, berjalan sesuai kapasitas, tidak berlebihan, namun penuh optimisme. Entah, aku harus bagaimana lagi sekarang? Semua sudah kulakukan. Semuanya. Aku hanya ingin kesederhanaan, kejujuran, keterbukaan, dan keadaan yang baik-baik saja. Hanya itu.

Ya, Allah ... redamlah emosiku, tahanlah perkataanku, jadikanlah aku orang yang sabar dan ikhlas. Hanya Engkau yang mengetahui maksud baikku terhadap kecintaanku. Tidak ada dendam dan benci. Hanya sedikit kesal dan marah di awal, yang selanjutnya berubah menjadi kepasrahan. Aku ingin yang terbaik untuk semuanya, terutama untuk kecintaanku. Karena aku sangat mencintai mereka. T_T