Minggu, 20 April 2014

Bukti Terbit Tulisan Saya di Koran Berani


Kemarin, saat saya sedang mencuci piring di dapur, tiba-tiba Ariq berteriak, "Mama, ada paket!" Ariq mengacungkan sebuah amplop cokelat ukuran A4.
Saya menoleh sebentar, "Oh, itu majalah Bobo. Buka aja!"

Ya, dari ukuran amplopnya saya langsung menebak kalau itu kiriman majalah Bobo, langganan kami. Tapi, Ariq tetap bergeming. Amplop cokelat tersebut malah diletakkannya di atas meja makan. Saya sempat heran. Tumben, karena biasanya langsung dibuka dan dibaca. Bahkan sering rebutan dengan Thia dan Arza.

Setelah selesai mencuci piring, saya langsung mengambil paket amplop cokelat tersebut. Hm, dari mana ini? Bukan dari majalah Bobo. Saya langsung menebak dari label pengiriman yang tertera di sana. Bukan khas majalah Bobo yang hanya menampilkan nama dan alamat tujuan pengiriman, karena biasanya tercantum juga nama dan alamat pengirimnya.

Penasaran, saya langsung membukanya. Ternyata .... ow-oow, tiga eksemplar Koran Berani. Tak sabar saya langsung membuka halaman "Sastra". Benar, cerita bersambung saya dimuat di sana dalam tiga edisi penerbitan. Di sana tertulis nama saya sebagai penulisnya. Saya perhatikan judul dan sedikit membaca ceritanya. Yayayaaa ... benar, itu tulisan saya. Tapi, tulisan ini sudah lama saya kirim, mungkin sekitar dua tahun yang lalu. Saya sampai lupa. Apalagi, kami sudah sejak awal tahun 2014 ini tidak berlangganan Koran Berani lagi. Jadi, saya tidak tahu kalau ada cerita saya yang dimuat di sana.

Foto yang dikirim Ari via BB grup SD

Eh, tapi, saya langsung teringat. Sekitar seminggu yang lalu, ada seorang teman SD saya, Ari Dwi Putranto, yang memfoto nama saya dari Koran Berani. Dia lihat dan baca tulisan saya pada saat mengantar anaknya ke sekolah. Katanya, sekolah anaknya itu langganan Koran Berani.
Waktu itu saya mengira yang dibaca Ari adalah tulisan-tulisan lama saya yang dimuat di Koran Berani. Beneran enggak kepikiran kalau itu adalah tulisan saya yang baru dimuat. Baru terjawab dari paket yang saya terima ini. Tapi enggak salah juga, sih! Ini memang tulisan lama, tapi baru dimuat sekarang. :D

Mengenai honornya? Alhamdulillah, saya mendapat e-mail dari Mbak Veronika Novita dari Redaksi Koran Berani yang mengatakan telah mentransfer honor saya. Tidak hanya itu, ternyata saya mendapat lagi bukti terbitnya. Jadi untuk pemuatan tulisan saya ini, saya mendapat dobel bukti terbit. Lalu, apakah honornya juga dobel? Maunyaaa .... :D


Yang jelas, saaya sangat senang tulisan saya dibaca oleh teman-teman kecil yang membaca Koran Berani. Semoga bermanfaat bagi mereka. Aamiin. ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar :

Poskan Komentar