Senin, 25 Mei 2015

Lomba Penulisan Cerita Rakyat 2015


Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita di kalangan masyarakat dalam rangka melindungi kekayaan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terdokumentasi cerita-cerita rakyat dan tertanam nilai-nilai budaya sehingga nilai-nilai tersebut teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa” berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng. Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni:
  1. Cerita rakyat untuk anak
  2. Cerita rakyat untuk umum

Ketentuan Umum:
  1. Naskah cerita merupakan penulisan kembali karya orisinal perorangan yang belum pernah dipublikasikan dan bersumber pada cerita rakyat Indonesia.
  2. Memfollow akun twitter @budayasaya dan fanspage FB kebudayaanindonesia
  3. Cerita rakyat yang ditulis kembali diharapkan diambil dari cerita rakyat yang selama ini belum banyak digali.
  4. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan naskah 1(satu) judul.
  5. Panjang naskah terdiri atas 10.000–15.000 kata (10–15 halaman) tanpa gambar/ilustrasi.
  6. Naskah diketik di atas kertas A4, Times New Roman 12, spasi 1,5, margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, dan bawah 3 cm.
  7. Judul cerita bebas dan sesuai dengan inti cerita dan tema lomba. Cerita tidak mengandung SARA, pornografi, dan kekerasan.
  8. Pendaftaran lomba dimulai tanggal 10 Juni 2015 dan ditutup tanggal 20 Agustus 2015 (stempel pos/jasa Kurir)
  9. Naskah yang dilombakan menjadi milik Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta hak cipta tetap pada pengarang.
  10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  11. Naskah dan fotokopi KTP/Kartu Pelajar peserta dikirim dalam bentuk softcopy ke alamat email kekayaanbudaya@gmail.com atau hardcopy ke alamat: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 10. Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Telepon: (021) 5725047/5725564.

Hadiah Pemenang baik untuk kategori cerita rakyat untuk anak maupun cerita rakyat untuk umum yaitu:
  • Juara I sebesar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah),
  • Juara II sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah),
  • Juara III sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah),
  • Harapan I sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah),
  • Harapan II sebesar Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah),
  • Harapan III sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah),
  • Enam hadiah hiburan masing-masing sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah).

Ketentuan Khusus:
  1. Pajak hadiah ditanggung pemenang
  2. Dua belas finalis dari dua kategori diundang ke Jakarta untuk wawancara
  3. Karya 12 terbaik akan diterbitkan dalam Katalog Pemenang Lomba.
  4. Tim Juri terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan, akademisi, praktisi, media, dan bahasa.

Tahapan Kegiatan dan Jadwal
  1. Publikasi Lomba Mei – Juni 2015 
  2. Pengiriman Naskah Juni – Agustus 2015
  3. Seleksi Teknis Agustus 2015
  4. Penilaian Naskah September 2015
  5. Wawancara Finalis Oktober 2015
  6. Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Hadiah Oktober 2015

Informasi selanjutnya terkait publikasi dan formulir Lomba Menulis Cerita Rakyat Tahun 2015 dapat diunduh pada tautan berikut:
BIODATA PESERTA
Latar Belakang Lomba Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2015

Lomba Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2015

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Keberagaman suku dan adat istiadat membuat Indonesia menjadi negeri yang sangat unik dengan latar belakang yang menarik seperti cerita rakyat yang diyakini oleh masyarakat daerah asalnya, baik dalam jenis mite, legenda maupun dongeng.

Namun, saat ini cerita rakyat kurang diminati oleh masyarakat. Banyaknya jenis cerita dari luar negeri membuat masyarakat, khususnya anak-anak beralih untuk meminati jenis cerita tersebut padahal cerita rakyat Indonesia sendiri selain juga memiliki banyak aspek pendidikan, filosofi dan manfaat, orisionlitas dan khas budaya bangsa Indonesia.

Cerita rakyat mengandung ajaran budi pekerti atau pesan yang mendidik. Melalui cerita rakyat dapat dikembangkan sifat-sifat positif, misalnya menghormati orang tua, menghargai orang lain, kasih sayang, kejujuran, persahabatan, dan gotong royong. Dengan penyampaian yang mudah dan menarik diharapkan masyarakat terutama anak-anak sadar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Cerita rakyat tentunya memiliki kesan sejarah dan budaya yang kental sehingga melalui cerita rakyat masyarakat khususnya anak-anak dapat mencintai dan mengenal budaya dan bangsa Indonesia.

Namun, segala manfaat yang dapat diperoleh melalui cerita rakyat, materi yang melingkupi cerita rakyat belum tersampaikan kepada masyarakat secara luas, khususnya bagi anak-anak. Alasan yang biasanya disampaikan yaitu karena cerita rakyat dianggap kuno, monoton, dan dianggap tidak cocok dengan perkembangan jaman.

Selain itu, dampak perkembangan teknologi membuat masyarakat terutama anak-anak lebih berminat pada acara hiburan yang ditampilkan di televisi daripada membaca buku. Kekhawatiran orang tua dan para pendidik terhadap acara televisi adalah karena pengaruhnya bagi pengembangan kepribadian anak yang sebagian tidak sesuai dengan etika dan norma masyarakat Indonesia. Walaupun, sesungguhnya melalui televisi pun cerita rakyat dapat disebarluaskan dan dilestarikan. Tentu saja dengan penulisan dan penyampaian yang menarik tanpa mengurangi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut.

Untuk menggali dan menghidupkan kembali cerita rakyat bagi anak-anak Indonesia, pada tahun 2015 ini, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelengggarakan Lomba Penulisan Cerita Rakyat sebagai bentuk upaya pelestarian budaya dan kepedulian terhadap permasalahan pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Lomba dengan tema “Cerita Rakyat sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa” berupa penulisan kembali cerita rakyat yang bersumber pada cerita rakyat Indonesia dengan versi penulis, baik dalam jenis mite, legenda, maupun dongeng.

Kegiatan Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas bercerita dalam rangka melindungi kekayaan budaya. Melalui kegiatan ini diharapkan cerita-cerita rakyat dapat terdokumentasi dengan baik dan nilai-nilai budaya dapat tertanam di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Lomba penulisan cerita rakyat memberikan kesempatan masyarakat Indonesia untuk berkreativitas dalam menuliskan cerita rakyat daerahnya dan bagi pemenangnya berpeluang karyanya dipublikasikan, baik dalam kategori cerita rakyat untuk anak dan cerita rakyat untuk umum.

Tim juri lomba penulisan cerita rakyat terdiri atas ahli dalam bidang tradisi lisan/antropolog, psikolog, akademisi, praktisi, wartawan, dan bahasa.

Adapun tahapan dari kegiatan Lomba Penulisan Cerita Rakyat ini adalah : publikasi lomba, pengiriman naskah, seleksi teknis, penilaian naskah cerita, wawancara finalis, pengumunan pemenang dan penyerahan hadiah lomba untuk 12 terbaik. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada bulan Oktober 2015 di Jakarta.
Panitia Lomba Penulisan Cerita Rakyat
Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya
Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Telp.& Fax (021) 5725047 atau (021) 5725564
e-mail: kekayaanbudaya@gmail.com

Publikasi Lomba Menulis Cerita Rakyat


Sumber:
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/blog/2015/05/19/lomba-penulisan-cerita-rakyat-tahun-2015/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar :

Poskan Komentar